Rupiah Jeblok ke Rp 18.070 Usai Gubernur BI Mundur, Ini Penyebabnya

Rupiah Jeblok ke Rp 18.070 Usai Gubernur BI Mundur, Ini Penyebabnya

ilustrasi (freepik)

Nurjali

Batam, Batamnews – Hari pertama setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, nilai tukar rupiah justru semakin terperosok di hadapan dolar Amerika Serikat. Pagi tadi, rupiah langsung anjlok 61 poin atau 0,34 persen ke level 18.070 per dolar AS. 

Padahal sehari sebelumnya, pada penutupan Senin, 27 Juli 2026, rupiah sudah lebih dulu melemah di angka 18.009 per dolar AS.

Bayangkan, dalam dua hari berturut-turut rupiah seperti kehabisan tenaga. Jika Senin kemarin rupiah turun 46 poin dari posisi 17.963, maka hari ini pelemahannya bertambah dalam lagi. Para pelaku pasar tampaknya masih dalam mode waspada, bahkan cenderung panik.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.990 Hari Ini, Ini Penyebabnya Usai Gubernur BI Mundur

Apa yang membuat rupiah terus jatuh? Dari luar negeri, mata uang kita sedang terseret dua isu besar. Pertama, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas. 

Kedua, pasar masih menebak-nebak arah suku bunga bank sentral AS, The Fed. Kedua faktor ini bikin investor asing memilih kabur dari aset-aset berisiko, termasuk rupiah.

Tapi bukan cuma faktor global yang membebani. Dari dalam negeri, suasana juga sedang tak menentu. Pasca hengkangnya pemimpin bank sentral, semua mata tertuju pada langkah BI selanjutnya. Namun, yang tak kalah sorotan adalah kondisi fiskal Indonesia. 

Salah satu pengamat pasar, Ibrahim, menyebut bahwa para pelaku kini mulai mencermati betul rasio utang pemerintah yang sudah menyentuh kisaran 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ibrahim mengingatkan, jangan hanya melihat angka rasio utang terhadap PDB. Yang lebih penting, menurutnya, adalah kemampuan pemerintah dalam membayar pokok dan bunga utang. Jika kemampuan bayar diragukan, maka kepercayaan investor akan tergerus, dan rupiah lah yang jadi korbannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Perry Warjiyo Undur Diri dari Gubernur BI, Ini Penyebabnya

Dengan tekanan yang terus berlanjut, pagi ini rupiah sudah berada di titik kritis Rp 18.070. Pertanyaannya, sampai di mana lagi batas jatuhnya? Semua kini menunggu siapa pengganti Gubernur BI dan langkah konkret apa yang akan diambil untuk menenangkan pasar yang sedang gelisah.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :