Tak Masuk 10 Besar Kota Maju Sumatera Versi BRIN, Sektor Apa yang Masih Jadi PR Besar Batam?

Tak Masuk 10 Besar Kota Maju Sumatera Versi BRIN, Sektor Apa yang Masih Jadi PR Besar Batam?

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, saat memimpin rapat.

Nurjali

Batam, Batamnews - Kota Batam selama ini dikenal sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Investasi terus memecahkan rekor. Pembangunan infrastruktur berjalan masif. Kawasan industri, logistik, dan pusat data tumbuh cepat. Batam bahkan sering disebut sebagai kawasan paling progresif di Pulau Sumatera.

Namun, hasil Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan fakta berbeda. Berdasarkan data yang diolah GoodStats, nama Batam tidak masuk dalam daftar 10 kota paling maju di Sumatera.

Peringkat pertama ditempati Kota Medan dengan skor 4,32. Disusul Padang (4,25), Pekanbaru (4,24), Palembang (4,23), Metro (4,19), Tanjungpinang (4,17), Bandar Lampung (4,14), Bukittinggi (4,11), Bengkulu (4,07), dan Jambi (4,06).

Baca juga: Cuaca Batam 27 Juli 2026: Mendung Gelombang Diatas Satu Meter Waspada Angin Petir di Karimun

Ketidakhadiran Batam dalam daftar itu menimbulkan pertanyaan. Selama ini, masyarakat menilai kemajuan daerah dari tingginya investasi, gedung bertingkat, infrastruktur lebar, dan luasnya kawasan industri.

Ternyata, metodologi IDSD BRIN berbeda. Penilaian mengacu pada kerangka Global Competitiveness Index (GCI) dari World Economic Forum (WEF). Ada empat pilar utama: lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi.

Keempat pilar itu diurai menjadi 12 pilar dan puluhan indikator detail. Mulai dari kualitas pendidikan dan kesehatan, tingkat inovasi, efisiensi birokrasi, kesiapan digital, aktivitas riset, hingga kualitas institusi pemerintahan.

Dengan standar multidimensional ini, daerah yang unggul dalam investasi belum tentu otomatis berada di peringkat teratas. Masih ada tantangan pada indikator penunjang lain yang dinilai.

Di sisi lain, keunggulan Batam sebagai pusat bisnis dan industri di wilayah barat Indonesia sulit dibantah. Kota ini mencatat sejumlah prestasi impresif.

Realisasi investasi Batam merupakan yang tertinggi di luar Pulau Jawa. Status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) memberi keistimewaan tersendiri. Kawasan industri berstandar internasional, pelabuhan, dan bandara internasional menjadi infrastruktur pendukung yang kuat.

Batam juga menjadi pusat manufaktur elektronik nasional. Pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional terus dicatatkan. Bahkan, kota ini berkembang pesat menjadi pusat data center dan kecerdasan buatan (AI).

Namun, aspek ekonomi makro itu hanya sebagian dari variabel penilaian IDSD. Faktor lain seperti kualitas riset daerah, produktivitas inovasi, standar pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, tingkat pendidikan masyarakat, hingga kematangan ekosistem inovasi memiliki bobot yang sama penting.

Pemerintah Kota Batam tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Pembangunan fisik harus berjalan seiring pembangunan kapasitas manusia.

Walikota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pemkot Batam kini memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi masa depan kota.

Baca juga: Wajib Tahu! Amsakar-Li Claudia Luncurkan Program Kader Pajak - Simak Aturan Lengkapnya

"Anak-anak yang lolos seleksi kami berikan beasiswa. Sekarang sudah ada 7 kampus unggulan di Indonesia, dengan tujuan mendorong tingkat pendidikan dan kualitas di Batam," ujar Amsakar.

Melalui sinergi pertumbuhan ekonomi dari sektor industri dan investasi, akselerasi kualitas SDM, serta perbaikan tata kelola, Batam diharapkan tidak hanya menjadi raksasa ekonomi. Kota ini juga ditargetkan tampil unggul secara holistik dalam peta daya saing nasional di masa mendatang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :