Timnas Basket 3x3 Putri Manfaatkan FIBA Women's Series Batam 2026 untuk Asah Kemampuan dan Raih Poin Olimpiade
Sekretaris Jenderal PP Perbasi, Nirmala Dewi, memberikan keterangan pers kepada awak media usai meninjau langsung jalannya pertandingan FIBA 3x3 Women's Series Batam 2026, Kamis (24/7/2026). Dalam wawancara doorstop tersebut, ia menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas venue bertaraf internasional serta menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di ajang ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan menuju Olimpiade.
Batam, Batamnews — Ajang FIBA 3x3 Women's Series Batam 2026 menjadi panggung strategis bagi Tim Nasional Bola Basket 3x3 Putri Indonesia. Turnamen internasional ini dimanfaatkan skuad Garuda Putri untuk menguji ketangkasan sekaligus mendulang poin pemeringkatan dunia demi memuluskan jalan menuju Asian Games 2026 dan target jangka panjang ke Olimpiade.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi), Nirmala Dewi, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam kejuaraan ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet yang berkelanjutan, bukan semata-mata demi mengejar trofi di satu ajang.
Nirmala Dewi mengaku terkesan dengan kesiapan infrastruktur turnamen yang disiapkan oleh Pengprov Perbasi Kepulauan Riau (Kepri). Menurutnya, fasilitas lapangan dan penyelenggaraan acara tidak kalah bersaing dengan panggung ajang kelas dunia lainnya.
"Terkait kegiatan, saya agak terkejut ternyata venue yang disiapkan oleh Ketum Perbasi Kepri ini tidak kalah dengan venue-venue kelas dunia. Semua standar FIBA diikuti dengan baik," ujar Nirmala saat ditemui di lokasi acara, Jumat, 24 Juli 2026.
Kualitas venue ini juga menuai apresiasi langsung dari perwakilan FIBA 3x3 serta para pemain asing yang bertanding. Para peserta mengaku sangat antusias dan menikmati jalannya kompetisi di Kota Batam.
Antusiasme juga terpancar dari riuhnya penonton yang memadati area kompetisi maupun kawasan kuliner sekitar. Suasana tribun makin hidup saat mendukung laga Timnas Indonesia.
"Masyarakat saya lihat antusias, tempat kulinernya ramai, dan penontonnya hidup sekali, meriah teriak-teriak mendukung saat Indonesia melawan Mongolia tadi," tambahnya.
Meskipun persiapan ajang ini terbilang singkat yakni kurang dari tiga bulan sejak pengajuan surat ke Kepri, hasil eksekusi di lapangan dinilai sangat maksimal selayaknya ajang yang dipersiapkan dalam jangka panjang.
Nirmala memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pemerintah Daerah Kepulauan Riau, Gubernur, Walikota Batam, Wakil Walikota, Pengprov Perbasi Kepri di bawah pimpinan Mas Hadi, serta para sponsor yang telah mendukung penuh kelancaran acara.
Mengenai alasan penunjukan Batam sebagai tuan rumah, Perbasi menilai kota ini memiliki potensi pariwisata yang menggeliat serta kemudahan akses geografis bagi tim luar negeri.
"Pertama, karena Batam daerah yang lagi semangat-semangatnya mempromosikan pariwisata dan menjadi kawasan ekonomi khusus dengan dukungan penuh pemerintah. Kedua, posisinya sangat dekat dengan Singapura. Peserta luar negeri cukup naik feri sekitar 50 menit dan langsung sampai," jelas Nirmala.
Baca juga: POPDA X Kepri 2026 Resmi Dibuka, 10 Cabang Olahraga Dipertandingkan Sepekan Penuh
Rangkaian pertandingan telah berlangsung padat sejak pukul 11.00 WIB hingga malam hari. Skuad Indonesia yang melakoni beberapa laga penting, termasuk melawan Mongolia dan Thailand, terus mendapatkan dorongan motivasi untuk tampil maksimal di setiap gim.
Keikutsertaan di Batam ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan bagian dari Training Center (TC) dan uji coba resmi menjelang bergulirnya Asian Games pada September mendatang.
"Sebetulnya kita punya grand design besar, kita ingin Go to Olympic. Makanya kita gelar Women Series dan ajang Challenger di beberapa kota untuk beberapa tahun ke depan. Hari ini juga bagian dari uji coba dan TC kita menuju Asian Games bulan depan, sekaligus mengumpulkan poin peringkat menuju Olimpiade," pungkas Nirmala.

Komentar Via Facebook :