Batam Jadi Gerbang Utama Ekonomi Digital ASEAN, Kabel Bawah Laut NCC Targetkan Beroperasi Akhir September
Proyek strategis ini dibangun melalui kolaborasi internasional antara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), bersama BW Digital dan Citramas Group.
Batam, Batamnews — Indonesia memperkuat posisinya dalam peta komputasi global seiring dengan segera beroperasinya sistem kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable (NCC). Infrastruktur digital sepanjang kurang lebih 50 kilometer ini menghubungkan langsung Nongsa Digital Park (NDP) di Batam dengan Changi di Singapura, menjadikannya salah satu jalur kabel bawah laut paling pendek dan efisien di Selat Singapura.
Proyek strategis ini dibangun melalui kolaborasi internasional antara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), bersama BW Digital dan Citramas Group. Sinergi ini memadukan keahlian global dan kekuatan nasional untuk mengakselerasi transformasi digital di tanah air.
Latensi di Bawah 2 Milidetik demi Kebutuhan AI dan Cloud
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarni, menjelaskan bahwa NCC melintasi titik selat terdekat antara kedua negara. Hal ini memberikan keunggulan teknis yang sangat krusial bagi industri teknologi modern.
"Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Karena jaraknya terdekat, latency yang didapat menjadi jauh lebih baik dan lebih singkat," ujar Dian Siswarni.
Direktur Utama Telin, Abdul Rahman Ansyori, menambahkan bahwa konektivitas ini menghasilkan latensi super rendah yang berada di bawah 2 milidetik (ms). Kecepatan transfer data yang sangat tinggi ini menjadi fondasi penting untuk menjawab tiga perubahan besar di era digital saat ini, yaitu tuntutan sistem Artificial Intelligence (AI) yang membutuhkan transmisi data real-time, kebutuhan kapasitas bandwidth masif dari para hyperscalers untuk cloud computing, serta pergeseran perilaku pelanggan yang menuntut koneksi instan.
Saat ini, konstruksi laut proyek NCC telah rampung dan kabel sudah mendarat di daratan (beach manhole). Proses interkoneksi ke kabel darat serta terminasi di Cable Landing Station (CLS) sedang berjalan, dengan target operasional penuh untuk melayani pelanggan pada akhir September mendatang.
Mendorong Koridor Sijori dan Kedaulatan Digital
Kehadiran NCC tidak hanya memperkuat infrastruktur teknik, tetapi juga mendukung visi pemerintah dalam membangun kawasan pertumbuhan Sijori (Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau).
Managing Director Danantara, Setyanto Hantoro, menekankan bahwa langkah Telkom Group ini merupakan wujud nyata dalam membangun kedaulatan digital Indonesia yang akan memicu efek domino bagi sektor ekonomi lainnya.
"Ini bukan sekadar tentang kabel antara Singapura dengan Batam saja, tetapi sebuah infrastruktur digital yang menjadi katalis pertumbuhan industri lain seperti AI, data center, manufaktur, hingga sektor jasa. Ujungnya adalah peningkatan ketahanan dan kedaulatan ekonomi Indonesia," tegas Setyanto Hantoro.
Distribusi Infrastruktur ke Empat Penjuru Mata Angin
Meskipun mayoritas kabel internasional saat ini berpusat di jalur Batam–Singapura, Telkom Group berkomitmen untuk melakukan pemerataan infrastruktur digital agar tidak bertumpu pada satu titik saja.
CEO PT Telekomunikasi (Infrastruktur), Budi Satria D Purba, memaparkan bahwa Indonesia kini memiliki dua gateway internasional utama, yaitu Batam dan Manado. Jalur Manado sendiri sudah terhubung langsung ke Amerika Serikat melalui kabel IGG dan Bifrost.
Ke depan, Telin akan terus memperluas jaringan ke berbagai arah untuk menciptakan kedaulatan digital yang tangguh. Pengembangan ke arah selatan akan menghubungkan Jawa langsung ke Australia, sedangkan ekspansi ke arah utara akan menuju Filipina dan Hong Kong.
Selain itu, optimalisasi jalur internasional langsung juga difokuskan ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya agar akses internet berkecepatan tinggi dapat terdistribusi secara lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Keamanan Data dan Langkah Menuju Hub Global
Mengingat posisi strategis Batam yang diproyeksikan sebagai gateway baru di Asia Pasifik, aspek keamanan siber menjadi prioritas utama.
Sebagai bagian dari BUMN, Telin memastikan kepatuhan ketat terhadap aturan proteksi data di Indonesia.
Setiap elemen jaringan dilindungi berlapis dari level infrastruktur dasar untuk meminimalkan risiko kebocoran data.
Meski nilai investasi dan tingkat pengembalian modal (ROI) dirahasiakan berdasarkan kesepakatan kemitraan, proyek NCC ini terbukti memikat pasar karena beberapa perusahaan hyperscaler global dilaporkan telah melakukan kesepakatan awal untuk menggunakan kapasitas kabel ini.
NCC sendiri menjadi langkah awal dari mega proyek Telin yang lebih besar, yakni Ice Cable (Indonesia Cable Express). Program jangka panjang ini dirancang untuk menghubungkan Indonesia secara langsung ke Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Australia, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai global digital hub masa depan.

Komentar Via Facebook :