Diduga Jadi Korban Hipnotis, Pria di Batam Kehilangan Uang Usai Terima Tumpangan Orang Tak Dikenal
Ilustrasi. (Foto dibuat menggunakan AI)
Batam, Batamnews – Seorang pria di Kota Batam diduga menjadi korban tindak kejahatan bermodus hipnotis setelah menerima tawaran tumpangan dari orang yang tidak dikenalnya. Akibat peristiwa tersebut, korban kehilangan sejumlah uang yang dibawanya.
Kejadian itu berlangsung pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban baru selesai nongkrong di A2 Foodcourt dan memutuskan pulang dengan berjalan kaki karena jarak rumahnya sudah cukup dekat.
Namun, ketika korban tinggal sekitar 50 meter lagi menuju rumah, sebuah mobil tiba-tiba mengikuti dari belakang. Seseorang yang berada di dalam mobil kemudian memanggil korban dan menawarkan tumpangan hingga ke rumah.
Awalnya korban menolak tawaran tersebut karena merasa rumahnya sudah dekat. Meski begitu, orang di dalam mobil terus membujuk dan meyakinkan korban bahwa tidak menjadi masalah jika mengantarnya pulang.
Anak korban, ViVi, mengungkapkan kejanggalan mulai terjadi setelah ayahnya masuk ke dalam mobil.
“Papa cerita kalau awalnya mau buka pintu belakang mobil, tapi pintunya terkunci. Lalu pelaku menyuruh papa duduk di kursi depan. Yang membuat kami heran, menurut ingatan papa, kursi sopir dan kursi penumpang depan sudah ada orang. Berarti ada tiga orang yang berada di bagian depan mobil,” ujar ViVi kepada batamnews.co.id, Jumat (17/7/2026).
Menurut ViVi, setelah berada di dalam kendaraan, ayahnya mulai kehilangan ingatan dan tidak lagi mampu mengingat secara jelas apa yang terjadi selama perjalanan.
“Papa bilang setelah masuk mobil, ingatannya mulai hilang. Hal terakhir yang masih diingat hanya saat mobil melewati rumah kami. Papa sempat meminta diturunkan, lalu pelaku langsung menurunkannya di depan rumah,” katanya.
Sesampainya di rumah, korban belum menyadari telah menjadi korban dugaan tindak kejahatan. Korban baru mengetahui uang yang dibawanya telah hilang setelah berbincang dengan istrinya.
“Papa baru sadar uangnya sudah tidak ada setelah sampai di rumah dan ngobrol sama mama. Kami menduga papa menjadi korban hipnotis atau modus kejahatan lainnya karena setelah naik mobil, ingatannya langsung samar,” ungkap ViVi.
Hingga kini, keluarga menduga korban menjadi sasaran aksi hipnotis atau modus kejahatan serupa yang membuat korban kehilangan kesadaran terhadap situasi di sekitarnya.
Keluarga pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang yang tiba-tiba menawarkan tumpangan, meskipun terlihat memiliki niat baik. Mereka juga berharap aparat kepolisian dapat mengusut peristiwa tersebut sehingga pelaku segera terungkap dan tidak ada lagi warga yang menjadi korban dengan modus serupa.

Komentar Via Facebook :