Pasar Murah Bersubsidi Batam Rampung, 25 Ribu Paket Sembako Tersalurkan ke 43 Kelurahan

Pasar Murah Bersubsidi Batam Rampung, 25 Ribu Paket Sembako Tersalurkan ke 43 Kelurahan

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menuntaskan pelaksanaan Program Pasar Murah Bersubsidi tahap kedua tahun anggaran 2026.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menuntaskan pelaksanaan Program Pasar Murah Bersubsidi tahap kedua tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah satu unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam ini digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan yang dibiayai melalui APBD Murni 2026 berjalan lancar dan tepat sasaran.

"Program Pasar Murah Bersubsidi ini merupakan program unggulan Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota yang rutin kami laksanakan setiap tahun menjelang Hari Besar Keagamaan. Untuk tahun ini, pelaksanaan sudah selesai kita lakukan di bulan Maret dan Juli kemarin guna menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha," ujar Wahyu saat ditemui usai penutupan program.

25 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat

Pada pelaksanaan tahun ini, Disperindag Batam menyalurkan sebanyak 25.000 paket sembako bersubsidi yang tersebar di 43 kelurahan dan sembilan kecamatan. Distribusi dilakukan secara merata agar masyarakat dapat mengakses program tersebut lebih mudah tanpa harus datang ke lokasi yang jauh.

Setiap paket sembako senilai Rp200 ribu dapat ditebus warga hanya dengan Rp100 ribu berkat subsidi 50 persen yang diberikan pemerintah daerah.

"Paket yang kami siapkan terdiri dari beras 10 kg, tepung 2 kg, dan gula 2 kg. Untuk komoditas minyak goreng memang belum tersedia pada tahap ini karena kendala ketersediaan kemasan premium 1 liter dari mitra saat koordinasi awal. Namun, insya Allah pada APBD Perubahan di bulan Desember mendatang menjelang Natal, kami akan siapkan paket yang lebih lengkap termasuk minyak goreng," tambah Wahyu.

Aplikasi Citebus Murah Permudah Penyaluran

Keberhasilan pelaksanaan program tahun ini juga ditopang penggunaan aplikasi Citebus Murah yang mulai diterapkan sejak Desember 2025. Sistem digital tersebut dinilai mampu menghilangkan antrean panjang sekaligus meningkatkan akurasi data penerima manfaat.

Melalui aplikasi tersebut, data penerima bantuan berasal dari usulan masyarakat melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang dimulai dari tingkat RT dan RW. Sistem ini juga memastikan tidak terjadi data ganda dalam proses penyaluran.

"Melalui aplikasi Citebus Murah, data penerima dipastikan berbasis usulan dari bawah melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel), mulai dari tingkat RT dan RW. Keuntungannya, tidak ada lagi duplikasi data. Saat di lokasi, warga cukup membawa KTP asli, kupon barcode yang sudah disiapkan, dan uang tebusan Rp100.000," jelasnya.

Bagi warga yang berhalangan hadir, Disperindag tetap memberikan kemudahan melalui mekanisme perwakilan. Syaratnya, perwakilan harus membawa KTP asli penerima yang terdaftar dalam aplikasi, baik anggota keluarga maupun pihak yang diberi kuasa.

Sejak diluncurkan hingga Juli 2026, aplikasi Citebus Murah tercatat telah memvalidasi sekitar 77.500 data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Batam.

Jadi Instrumen Pengendali Inflasi

Di tengah tekanan inflasi yang sempat mencapai 4,75 persen pada Juni 2026, program pasar murah dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Menurut Wahyu, pelaksanaan pasar murah merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Batam melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia.

"Inflasi kita memang sempat meroket, namun pemicu utamanya didominasi oleh komoditas non-sembako, seperti kenaikan harga emas, penyesuaian harga BBM, dan tarif transportasi udara. Tugas Disperindag adalah membentengi sektor pangan (sembako)," tuturnya.

Selain menggelar pasar murah, Disperindag Batam juga rutin melakukan pengawasan stok bahan pokok di tingkat distributor sebanyak dua kali dalam sepekan serta pemantauan harga pasar tiga kali dalam sepekan.

"Stok bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula kami pastikan dalam kondisi yang sangat aman hingga akhir tahun. Jika kami tidak bisa menurunkan harga pasar yang bergejolak akibat faktor eksternal, maka pemerintah hadir membantu masyarakat lewat subsidi ini agar daya beli mereka tetap terjaga," pungkas Wahyu.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :