Rencana Ekspor Listrik ke Singapura, Prabowo Panggil Jajaran BP Batam

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura, Prabowo Panggil Jajaran BP Batam

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). (Foto: dok.BP Batam)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan strategis ini digelar guna membahas percepatan transformasi Batam sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto.

Fokus pada Investasi dan Estetika Kota

Seusai pertemuan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad membeberkan sejumlah poin penting yang dilaporkannya langsung kepada Presiden Prabowo. Fokus utama laporan tersebut mencakup perkembangan investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga penataan estetika Kota Batam.

"Pertama, perkembangan investasi begini, Pak Presiden. Yang kedua, perkembangan ekonomi begini, Pak Presiden. Kemudian agar kebersihan wajah kota semakin indah," ujar Amsakar kepada awak media, Selasa (7/7/2026).

Amsakar juga melaporkan tindak lanjut dari instruksi Presiden sebelumnya terkait penertiban baliho dan spanduk liar yang sempat membuat wajah Kota Batam menjadi semrawut.

"Lalu yang ketiga, setelah kemarin Bapak meminta soal jangan ada baliho dan spanduk yang membuat wajah kota menjadi tidak baik dan terkesan semrawut, itu kami sudah benahi, Pak. Kami bahkan sampai memanjat-manjat, memotong-motong baliho, spanduk, dan sebagainya itu. Sekarang alhamdulillah Kota Batam sudah cukup nyaman dengan kondisi seperti itu," tambahnya.

Apresiasi Regulasi Baru Pendorong Investasi Global

Dalam kesempatan tersebut, manajemen baru BP Batam juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan regulasi yang diterbitkan pemerintah pusat melalui PP Nomor 25, 27, dan 28 Tahun 2025. Regulasi tersebut dinilai menjadi pendorong utama (daya ungkit) masuknya modal asing ke kawasan perdagangan bebas tersebut.

"Kami berterima kasih karena Bapak sudah membantu dengan PP 25, PP 27, dan PP 28 Tahun 2025 terkait pelayanan perizinan, penyelenggaraan kawasan perdagangan bebas, perizinan berusaha berbasis risiko, serta pengembangan wilayah kerja BP Batam. Hal itulah yang kemudian memberikan daya ungkit untuk masuknya investasi-investasi skala global ke Batam," jelas Amsakar.

Teka-Teki Ekspor Listrik ke Singapura

Meskipun pertemuan ini santer dikaitkan dengan rencana besar Indonesia mengekspor listrik bersih ke Singapura, Amsakar Achmad membantah bahwa isu tersebut masuk dalam agenda pembahasan bersama Presiden Prabowo hari ini.

"Tidak, tidak ada pembahasan itu," tegas Amsakar singkat saat dikonfirmasi oleh media.

Sebagai informasi, proyek ekspor listrik ke Singapura saat ini memang tengah menjadi sorotan. Pemerintah Indonesia memilih untuk menahan dan menunda penerbitan regulasi teknis pelaksanaan ekspor tersebut lantaran negosiasi tarif jual-beli listrik (kesepakatan harga) antara kedua negara belum mencapai titik temu.

Langkah kehati-hatian ini diambil pemerintah demi memastikan nilai ekonomi dari ekspor listrik tersebut benar-benar menguntungkan Indonesia secara optimal, sekaligus tetap menjaga kepentingan ketahanan energi nasional di dalam negeri terlebih dahulu.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :