Rumah di Bukit Indah Piayu Batam Terancam Longsor Akibat Pematangan Lahan dekat Pemukiman

Rumah di Bukit Indah Piayu Batam Terancam Longsor Akibat Pematangan Lahan dekat Pemukiman

Perumahan Bukit Indah Piayu yang terancam longsor dari Aktifitas penimbunan yang dilakukan oleh Pihak pengembang. Tampak area yang ditimbun lebih tinggi dari permukiman masyarakat, Sabtu 4 Juli 2026. (Foto: Jamaluddin/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Aktivitas pematangan lahan di kawasan Perumahan Bukit Indah Piayu, Kota Batam, memicu kekhawatiran warga. Penimbunan tanah yang berlangsung di sisi permukiman itu diduga mengancam keselamatan puluhan rumah karena berpotensi memicu longsor, terutama saat hujan deras.

Menurut keterangan warga, aktivitas alat berat sudah berlangsung lebih dari enam bulan. Selama itu pula, pekerjaan penimbunan terus berjalan tanpa terlihat adanya penghentian dari pihak berwenang.

"Kami sangat khawatir, rumah kami sudah dipasang penyangga supaya tidak roboh. Apalagi sekarang sering hujan. Takutnya tiba-tiba longsor," kata seorang warga saat ditemui Batamnews, Sabtu, 4 Juli 2026.

Pantauan Batamnews di lokasi menunjukkan sejumlah alat berat masih terparkir di area penimbunan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

Tebing hasil timbunan tampak menjulang lebih tinggi dibandingkan rumah-rumah di bawahnya, dengan selisih elevasi diperkirakan mencapai lebih dari lima meter. Sementara jarak antara bibir timbunan dan rumah terdekat hanya sekitar dua meter, sehingga meningkatkan kekhawatiran warga terhadap potensi longsor.

Dampak aktivitas tersebut mulai terlihat pada kondisi bangunan. Sedikitnya 11 rumah mengalami kerusakan. Dua rumah mengalami kerusakan berat hingga nyaris rata dengan tanah, termasuk rumah Ketua RT setempat. Sementara sembilan rumah lainnya mengalami kerusakan serius, mulai dari dinding retak, lantai bergeser, hingga sebagian dapur roboh.

Karena khawatir terjadi longsor, sejumlah warga memilih meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tempat tinggal sementara bagi warga terdampak difasilitasi oleh pihak pengembang.

Warga yang terdampak merupakan penghuni Perumahan Bukit Indah Piayu Tahap I dan Tahap II. Meski sebagian telah mengungsi, mereka mengaku masih diliputi rasa cemas karena aktivitas penimbunan terus berlangsung tepat di atas kawasan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, pematangan lahan tersebut dilakukan untuk pembangunan Perumahan Bukit Indah Piayu Tahap III.

Ancaman terbesar, menurut warga, muncul saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Mereka khawatir timbunan tanah dengan ketinggian yang cukup signifikan itu sewaktu-waktu longsor dan menimbun rumah-rumah yang berada di bawahnya.

Pantauan Batamnews juga menemukan indikasi adanya pergerakan tanah di sejumlah titik. Beberapa bangunan terlihat mengalami kemiringan, sementara retakan pada dinding dan lantai rumah semakin jelas. Kondisi itu diduga dipicu oleh penurunan tanah yang terjadi secara tidak merata.

Dalam istilah geoteknik, fenomena tersebut dikenal sebagai differential settlement, yakni penurunan pondasi akibat berkurangnya daya dukung tanah yang dapat menyebabkan deformasi pada struktur bangunan.

Untuk memperoleh penjelasan dari pihak pengembang, Batamnews mendatangi kantor Mahkota Property di Ruko Mahkota Raya, Jalan Raja H. Fisabilillah Blok B Nomor 7, Batam Kota.

Resepsionis perusahaan menyampaikan agar konfirmasi terlebih dahulu dilakukan kepada penanggung jawab proyek di lapangan sebelum wawancara dengan manajemen dapat dijadwalkan.

Pihak perusahaan kemudian memberikan kontak penanggung jawab lapangan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan Batamnews.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :