Jangan Takut Bank Tutup! LPS Kasih Garansi Ganti Rugi Simpanan Nasabah hingga Rp2 Miliar

Jangan Takut Bank Tutup! LPS Kasih Garansi Ganti Rugi Simpanan Nasabah hingga Rp2 Miliar

Kepala Kantor Perwakilan LPS I, Jimmy Ardianto. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar pertemuan strategis bersama insan media di Kota Batam pada Senin (29/6/2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya aktif LPS untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran, fungsi, serta pentingnya menjaga kepercayaan terhadap sektor perbankan nasional.

Kepala Kantor Perwakilan LPS I, Jimmy Ardianto, memaparkan secara komprehensif mengenai peta kerja stabilitas keuangan di Indonesia. Ia menganalogikan fungsi empat lembaga dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar lebih mudah dipahami masyarakat.

"Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertugas di sektor fiskal untuk mencari pendapatan negara melalui pajak dan cukai. Bank Indonesia (BI) bertugas mengamankan dana tersebut di sektor moneter. Sementara OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bertugas mengawasi jalannya sektor riil, perbankan, dan finance" ujar Jimmy, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa.

"Nah, ketika bank-bank sudah bermasalah atau masuk 'ICU' hingga akhirnya likuidasi (mati), di situlah tugas LPS untuk mengurusnya. Kami yang menangani 'ICU' dan 'jenazah' bank tersebut agar tidak berdampak sistemik," tambahnya kelakar namun serius.

Tantangan Edukasi dan Efek Domino Tabungan

Jimmy mengakui bahwa mengedukasi masyarakat tentang LPS memiliki tantangan tersendiri dibanding lembaga keuangan lainnya. Jika BI kerap disorot saat nilai tukar rupiah berfluktuasi dan OJK ramai dibicarakan saat ada isu pinjaman online (pinjol), LPS justru baru muncul ke permukaan saat ada bank yang bertumbangan.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 154 bank di Indonesia yang ditutup dan ditangani oleh LPS, termasuk penyelamatan kasus besar seperti Bank Century di masa lalu serta Bank Indramayu.

Oleh karena itu, LPS menggandeng media massa sebagai mitra strategis untuk menyebarkan pesan positif bahwa menabung di bank itu aman. Jimmy menjelaskan bahwa setiap rupiah yang disimpan masyarakat meski dalam nominal kecil seperti Rp10.000 atau Rp50.000 jika dilakukan secara kolektif oleh jutaan nasabah, akan membentuk likuiditas perbankan yang kuat.

Likuiditas inilah yang disalurkan kembali dalam bentuk kredit untuk menggerakkan roda ekonomi daerah dan nasional.

"Jika ekonomi daerah seperti Batam, Kepri, Medan, hingga Subang dan Cimahi kuat, maka ketahanan ekonomi nasional juga kuat. Ketahanan yang kokoh ini akan menarik minat investor asing, meningkatkan devisa, dan pada akhirnya memperkuat nilai tukar Rupiah. Semua itu dimulai dari rasa aman masyarakat untuk menabung," jelasnya.

Syarat Penjaminan dan Kecepatan Pembayaran Klaim

Sebagai lembaga yang beroperasi sejak tahun 2005 pasca-berakhirnya kebijakan penjaminan menyeluruh (blanket guarantee), LPS menegaskan komitmennya untuk melindungi hak-hak nasabah.

Saat ini, nilai simpanan yang dijamin oleh LPS mencapai maksimal Rp2 miliar per nasabah pada setiap bank.

Adapun jenis simpanan yang dijamin meliputi tabungan, giro, deposito, sertifikat deposito, serta bentuk simpanan lain yang dipersamakan, baik pada bank konvensional maupun syariah (BMT/BPRS).

Jimmy juga membagikan pengalamannya saat dahulu bertugas di bagian pembayaran klaim.

Di masa lalu, kedatangan tim LPS kerap dicurigai dan diadang oleh massa karena ketidaktahuan masyarakat yang mengira LPS yang menyebabkan bank bangkrut.

Namun kini, paradigma telah berubah. Kehadiran LPS justru dinanti-nanti oleh nasabah maupun pegawai bank yang belum digaji.

LPS berkomitmen penuh pada aspek kecepatan pelayanan. Begitu sebuah bank resmi ditutup, LPS bergerak cepat tanpa kenal lelah agar hak nasabah segera terpenuhi.

"Jika hari ini bank diputuskan tutup, dalam waktu 5 hari kerja pembayaran klaim sudah mulai dicairkan. Yang kami bayarkan adalah pokok tabungan ditambah bunga yang belum dibayar untuk bank konvensional, atau pokok tabungan plus bagi hasil untuk bank syariah," tegas Jimmy.

Perbankan sebagai Pilar Utama Ekonomi

Menutup sesi materi, perwakilan LPS lainnya, Eka, menambahkan ilustrasi praktikal mengenai pentingnya menjaga kepercayaan publik. Di masa lalu, keraguan masyarakat sering kali memicu fenomena bank rush atau penarikan uang massal karena takut kehilangan dana mereka.

"Perlu diketahui bahwa industri perbankan menopang lebih dari 70 persen perekonomian nasional kita. Jika industri ini goyang akibat ketidakpercayaan masyarakat, maka seluruh sistem perekonomian bisa lumpuh. Melalui sinergi bersama OJK dan BI, LPS hadir untuk memberikan rasa aman mutlak bagi masyarakat. Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran lagi, mari terus menabung di bank demi penguatan ekonomi Indonesia," pungkas Eka.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :