Hibah Rp1,4 Miliar Cair, Peserta Pesparawi Kepri Gagal Berangkat Akibat Tiket Palsu

Hibah Rp1,4 Miliar Cair, Peserta Pesparawi Kepri Gagal Berangkat Akibat Tiket Palsu

Para peserta menyanyikan lagu-lagu rohani di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebagai bentuk penghiburan atas kegagalan mereka mengikuti ajang nasional. (Dok. Tangkapan Layar Facebook Oenjil W)

Nurjali

Batam, Batamnews – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memastikan uang bantuan sebesar Rp1,4 miliar untuk kontingen Pesparawi Nasional XIV sudah mengalir deras ke rekening panitia. 

Namun kini, dana itu menjadi pertanyaan besar setelah sebagian peserta gagal terbang ke Manokwari karena tiket pesawat yang disebut "tipuan".

Kisah ini berawal dari semangat tinggi para peserta Paduan Suara Gerejawi asal Kepri yang hendak bertanding di ajang nasional. Pemerintah telah mengucurkan hibah hingga Rp1,4 miliar kepada organisasi pelaksana. Sayangnya, harapan tersebut buyar di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Curhat Peserta Paduan Suara Kepri: Anggaran 1,8 M dapat Tiket Fiktif, Janji Palsu, dan Mimpi Pupus di Ambang Gerbang Pesparawi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri, Hendri Kurniadi, dengan tegas menyatakan bahwa uang sudah diberikan seluruhnya. "Yang jelas, pemerintah sudah memberikan bantuan Rp1,4 miliar. Dan sudah diberikan seluruhnya ke rekening organisasinya," ujarnya kepada Batamnews, Ahad, 28 Juni 2026.

Namun, di sisi lain, rombongan peserta mengeluhkan tiket lanjutan rute Jakarta-Manokwari tak bisa digunakan. Saat proses check-in, sistem menunjukkan kode pemesanan tidak valid atau belum dibayar. Akibatnya, kontingen yang membawa nama Kepri itu terpaksa mengurungkan niat.

Hendri mengaku kecewa. Pemerintah baru mendengar kabar ini dari media sosial, bukan dari laporan resmi panitia. 

"Informasinya masih simpang siur. Yang kami tahu, mereka batal berangkat karena tiketnya tidak bisa digunakan. Artinya ada semacam tipuan di situ," ujarnya.

Pemerintah kini bersikap hati-hati dan tidak mau berspekulasi. Mereka menunggu laporan komprehensih dari panitia, mengingat dana hibah harus dipertanggungjawabkan. "Kami tidak bisa menduga-duga. Kami menunggu laporan resmi dari mereka," tegas Hendri.

Ia juga mengingatkan bahwa jika penggunaan uang tidak sesuai peruntukan, maka kasus ini bisa masuk ke ranah penyalahgunaan keuangan. 

"Nanti akan ada pemeriksaan dari Inspektorat maupun BPK," tambahnya.

Meski kecewa, kontingen Paduan Suara Wanita asal Tanjungpinang menunjukkan martabat yang patut dibanggakan. Di tengah penantian yang tak pasti di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, mereka memilih menyanyikan lagu-lagu rohani sebagai penghiburan.

Baca juga: Kronologi Penelantaran 38 Peserta Pesparawi Kepri Hingga Viral Nyanyi di Bandara Soetta

Aksi haru itu viral di media sosial dan mendapat perhatian positif. "Mereka tetap tampil dengan kepala tegap di bandara Jakarta. Itu cukup membuat kami bangga. Tetapi secara psikologis tentu mereka kecewa, dan kami memahami itu," kata Hendri.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah masih mencari tahu keberadaan para peserta, apakah masih di Jakarta atau sudah pulang. Yang pasti, Pemprov Kepri berjanji akan mengejar pertanggungjawaban organisasi pelaksana sampai tuntas. 

"Ke mana uangnya, untuk apa uangnya. Itu harus dijelaskan," pungkas Hendri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :