Kakek 99 Tahun Nyaris Kehilangan Rp2,5 Miliar Akibat Penipuan 'Pacar' Online

Kakek 99 Tahun Nyaris Kehilangan Rp2,5 Miliar Akibat Penipuan

Tampak layar ponsel memperlihatkan seorang wanita dengan foto profil menawan yang diduga pelaku penipuan "catfishing". Dalam kasus ini, pelaku menggunakan akun palsu dan komunikasi intensif via video call untuk meyakinkan korban berusia 99 tahun agar mentransfer Rp2,5 miliar. (Dok. Istimewa)

Nurjali

Batam, Batamnews — Seorang pria lanjut usia berusia 99 tahun di Nangang, Taipei, nyaris kehilangan uang puluhan miliar rupiah setelah percaya pada bujuk rayu kekasih online yang ternyata penipu.

Dengan sisa satu tahun menuju usia satu abad, kakek bernama Mr Zou itu hampir mentransfer NT$4 juta atau setara dengan S$160.000 (sekitar Rp2,5 miliar) ke rekening orang tak dikenal. Ia yakin uang itu adalah dana pensiun bersama untuk masa depan ia dan sang "pacar".

Cerita berawal dari media sosial. Seorang wanita tak dikenal dengan foto profil palsu menghampiri Mr Zou. Setelah berminggu-minggu mengobrol setiap hari, keduanya pun menjalin hubungan virtual. 

Baca juga: Lazada PHK 5% Karyawan di Asia Tenggara, Termasuk di Singapura dan Indonesia

Pelaku akhirnya meyakinkan Mr Zou bahwa mereka harus membeli rumah dan membangun masa depan bersama.

Percaya pada janji itu, kakek 99 tahun ini mencairkan seluruh portofolio sahamnya menjadi uang tunai. Awal bulan ini, ia berniat mentransfer uang tersebut ke rekening yang ditentukan.

Namun, teller bank di cabang Nangang Yucheng, Taiwan Cooperative Bank, langsung mencium tanda bahaya. Mereka menghentikan transaksi dan melapor ke Kantor Polisi Nangang.

Petugas yang datang pun berbicara dengan Mr Zou. Namun, sang kakek berulang kali bersikeras bahwa ia tidak sedang ditipu. Bahkan, ia dengan jujur mengaku berharap transfer uang itu akan membuat sang wanita semakin sayang dan membuka jalan bagi mereka untuk menikah.

Polisi tak langsung memaksa. Mereka dengan sabar menunjukkan berbagai kasus penipuan percintaan serupa yang baru terjadi. Mereka menjelaskan bahwa situasi yang dialami Mr Zou adalah contoh klasik dari modus "catfishing" penipuan yang sengaja dibangun hanya untuk menguras uang korban.

Setelah mendengar penjelasan dan bukti-bukti itu, Mr Zou akhirnya sadar. Ia membatalkan niatnya untuk mengirim uang.

Kantor Polisi Nangang mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Sindikat penipuan kerap menggunakan foto-foto menarik hasil curian untuk menyasar korban secara acak di berbagai platform media sosial.

Baca juga: Oppo Reno16 Pro Rilis Global, Spesifikasinya Ternyata Beda Jauh dari Versi China!

Dengan taktik sapaan mesra setiap hari dan kata-kata manis, para penipu menjerat korban dalam ketergantungan emosional. Setelah korban terperangkap, barulah mereka melancarkan aksi entah dengan iming-iming investasi untung besar, atau memutar cerita darurat yang membutuhkan uang cepat.

Polisi menegaskan bahwa semua itu adalah variasi standar dari penipuan percintaan klasik. Jika menemukan pola serupa, warga diminta segera melapor ke pihak berwajib.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :