Viral Video Direktur BUMD Tanjungpinang Terlibat Keributan dengan Pedagang Gurindam 12
Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang dengan seorang pelaku UMKM di kawasan Taman Gurindam 12 viral di media sosial, Rabu sore (24/6/2026). (Foto: tangkapan layar)
Tanjungpinang, Batamnews – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang dengan seorang pelaku UMKM di kawasan Taman Gurindam 12 viral di media sosial, Rabu sore (24/6/2026).
Dalam video yang beredar, Direktur BUMD Tanjungpinang yang mengenakan kemeja hitam terlihat terlibat adu mulut dengan seorang pedagang berinisial Koboy. Ketegangan bahkan berlanjut hingga aksi kejar-kejaran yang menjadi perhatian warga di lokasi.
Belum diketahui secara pasti penyebab keributan tersebut. Namun, insiden itu disebut terjadi di tengah proses relokasi para pelaku UMKM Taman Gurindam 12 yang saat ini sedang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang ke kawasan Melayu Square dan Anjung Cahaya, Tepi Laut Tanjungpinang.
Dalam rekaman video yang beredar, suasana tampak memanas. Sejumlah warga dan pihak yang berada di lokasi berupaya melerai agar konflik tidak berkembang lebih jauh.
Peristiwa itu juga disebut terjadi di hadapan keluarga pedagang. Anak pelaku UMKM yang berada di lokasi dikabarkan menangis melihat keributan tersebut, sementara istrinya turut menyaksikan insiden tersebut.
Kejadian ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak menilai pejabat publik maupun pimpinan BUMD seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan dengan masyarakat, terlebih terhadap pelaku UMKM yang terdampak kebijakan relokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Direktur BUMD Tanjungpinang terkait penyebab keributan maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Pemerintah Kota Tanjungpinang dan pihak terkait juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai insiden yang kini menjadi sorotan publik itu.
Komentar Via Facebook :