Tiket Pelni Batam Ludes Terjual, Warga Diminta Waspadai Calo Jual Tiket hingga Dua Kali Lipat
KM Kelud.
Batam, Batamnews — Seluruh tiket kapal PT Pelni (Persero) Cabang Batam dilaporkan telah habis terjual. Masyarakat yang belum mendapatkan tiket diminta untuk tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan tiket dengan harga tinggi, terutama melalui jalur tidak resmi.
Kepala Operasional Pelni Batam, Mulyadi, memastikan seluruh kuota tiket yang tersedia, termasuk tiket non-seat, telah terjual habis melalui sistem penjualan online.
"Siap, benar sekali (sudah habis terjual tidak ada lagi di internet)," ujar Mulyadi saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai pertanyaan masyarakat yang masih mencari tiket keberangkatan kapal Pelni dari Batam. Tingginya permintaan membuat seluruh kuota yang disediakan perusahaan terserap dalam waktu singkat.
Di tengah kondisi tiket yang telah habis, beredar informasi mengenai praktik percaloan yang menawarkan tiket dengan harga jauh di atas harga resmi. Bahkan, sejumlah calo disebut menjual tiket hingga dua kali lipat dari harga normal.
Menanggapi isu tersebut, Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada praktik pemborongan tiket oleh calo melalui sistem resmi Pelni. Menurutnya, seluruh tiket dijual secara terbuka melalui kanal online yang dapat diakses masyarakat.
"Tidak benar. Jangan percaya sama mulut manis calo-calo tersebut karena sebenarnya tiket non-seat juga kami jual secara online dari kemarin lusa sampai dengan tadi pagi sekitar jam 08.00 WIB, dan itu sudah habis terjual," tegasnya.
Ia menjelaskan, tiket non-seat yang sebelumnya masih tersedia juga telah habis dibeli masyarakat hingga Rabu pagi. Karena itu, pihaknya memastikan tidak ada lagi tiket yang dapat dibeli secara resmi untuk keberangkatan yang dimaksud.
Mulyadi juga memastikan Pelni tidak akan membuka penjualan tiket tambahan untuk umum. Saat ini, perusahaan hanya menyisakan kuota yang sangat terbatas untuk mengantisipasi kondisi tertentu yang bersifat darurat.
"Sudah habis semua, cuma kami sisakan sekitar 20 tiket untuk keadaan mendesak atau darurat di lapangan," katanya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak tergiur membeli tiket dari calo atau pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Pelni. Selain berisiko mengalami kerugian, harga yang ditawarkan juga jauh lebih mahal dibanding tarif resmi.
Pelni meminta calon penumpang untuk selalu melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi yang telah disediakan perusahaan guna menghindari penipuan maupun praktik percaloan yang merugikan masyarakat.
Komentar Via Facebook :