Dua Hari Krisis Air, Warga Piayu Antre Galon dan Jeriken hingga Malam Hari
Tampak antrean panjang warga yang membawa jeriken dan galon kosong demi berburu bantuan pasokan air bersih.
Batam, Batamnews – Ribuan warga di kawasan Piayu, Kota Batam dan sekitarnya terpaksa harus gigit jari akibat krisis air bersih yang melanda wilayah mereka sejak dua hari terakhir. Suplai air ke pemukiman warga terhenti total akibat adanya kerusakan teknis pada jaringan pipa distribusi utama.
Menurut laporan warga, wilayah Perumahan GMP, Mangsang, dan Pancur Piayu menjadi lokasi terdampak yang cukup parah. Di wilayah GMP Piayu misalnya, aliran air diketahui sudah mati total sejak Minggu malam (21/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Akibatnya, pada malam hari tampak antrean panjang warga yang membawa jeriken dan galon kosong demi berburu bantuan pasokan air bersih.
Penyebab Gangguan: Kebocoran Pipa 200mm
Pihak pengelola, PT Air Batam Hilir (ABH), mengonfirmasi bahwa kendala ini dipicu oleh adanya kebocoran pipa distribusi jenis Ductile Iron Pipe (DCIP) berdiameter 200mm yang berlokasi tepat di depan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Piayu, Sei Beduk.
Dampak dari proses perbaikan ini menyebabkan gangguan pelayanan berupa pengecilan aliran hingga penghentian suplai air untuk sementara waktu secara menyeluruh di zona terdampak. Cakupan area yang mengalami gangguan meliputi Pancur, GMP Piayu, Perumnas, Mangsang, Bida Ayu, Bidadari, Puri Agung, dan sekitarnya.
Update Perbaikan: Estimasi Selesai Siang Ini
Humas PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, menyampaikan bahwa tim teknis terus bekerja tanpa henti di lapangan secara berkesinambungan demi mempercepat pemulihan suplai air ke rumah-rumah pelanggan.
"Pada Senin malam (22/06) sekitar pukul 22.00 WIB, tim berhasil menyelesaikan sebagian pekerjaan perbaikan yang berdampak pada jalur distribusi menuju wilayah Perumnas, Bida Ayu, Mangsang, Bidadari, Puri Agung, dan sekitarnya. Dengan selesainya tahapan tersebut, kondisi sistem distribusi di area terkait mulai menunjukkan perkembangan yang positif," ujar Ginda Alamsyah dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).
Saat ini, tim lapangan masih fokus merampungkan titik kebocoran lainnya agar seluruh sistem perpipaan dapat kembali berfungsi secara aman dan optimal. Jika tidak ditemukan kendala teknis tambahan di lokasi, proses perbaikan diestimasikan dapat selesai sepenuhnya pada pagi menjelang siang hari ini, Selasa (23/6/2026).
Normalisasi Bertahap
Pihak ABH mengingatkan warga bahwa setelah proses perbaikan mekanis selesai, aliran air tidak serta-merta langsung mengalir deras. Proses normalisasi ke rumah pelanggan akan dilakukan secara bertahap.
Waktu pemulihan di tiap-tiap rumah warga akan sangat bergantung pada:
1. Jarak lokasi dari pusat pompa distribusi.
2. Elevasi (ketinggian) wilayah pemukiman warga.
3. Kondisi jaringan dan tekanan di dalam pipa distribusi.
Manajemen PT Air Batam Hilir juga menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi setinggi-tingginya atas kesabaran dan pengertian seluruh warga terdampak selama masa penanganan gangguan darurat ini berjalan.
Komentar Via Facebook :