Anak Bukan Alat Politik, Romo Paschal Kecam Pelibatan Siswa dalam Demo MBG di Batam

Anak Bukan Alat Politik, Romo Paschal Kecam Pelibatan Siswa dalam Demo MBG di Batam

Rohaniwan Katolik sekaligus aktivis kemanusiaan, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus.

Nurjali

Batam, Batamnews – Keprihatinan mendalam disuarakan oleh rohaniwan Katolik sekaligus aktivis kemanusiaan, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, menyusul aksi demonstrasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam yang melibatkan anak-anak sekolah.

Romo Paschal, sapaan akrabnya, dengan tegas menyatakan bahwa pengerahan siswa ke tengah aksi unjuk rasa merupakan langkah yang keliru dan tidak bisa dibiarkan. Ia menilai fenomena ini telah mengorbankan hak-hak dasar anak demi kepentingan politik kelompok tertentu.

"Saya sangat prihatin melihat anak-anak dibawa ke dalam aksi demonstrasi yang sarat dengan kepentingan orang dewasa. Anak bukan alat politik, bukan tameng, dan bukan instrumen untuk memperkuat tekanan dalam sebuah aksi," ujar Romo Paschal dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Juni 2026.

Baca juga: Romo Paschal Soroti Lambannya Penanganan Kasus Djuwita Playgroup, Polisi Sebut Sudah Naik Penyidikan

Sebagai aktivis yang dikenal gigih membela hak-hak kemanusiaan, Romo Paschal menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. 
Namun, ia mengingatkan agar kebebasan berekspresi itu tetap dijalankan secara bertanggung jawab. Menurutnya, ada batas moral dan hukum yang tidak boleh dilanggar, khususnya menyangkut perlindungan anak.

Ia menyerukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat—mulai dari orang tua, koordinator lapangan (korlap) aksi, pemerintah, hingga aparat penegak hukum—untuk bersama-sama menjaga ruang aman bagi anak. 

Romo Paschal menekankan bahwa semua pihak memikul tanggung jawab moral dan hukum agar anak tidak dieksploitasi dalam bentuk apa pun.

"Pendidikan dan kesejahteraan anak harus diperjuangkan dengan cara-cara yang tetap melindungi martabat mereka," tambahnya.

Mengenai substansi tuntutan demonstrasi mengenai program MBG atau kebijakan publik lainnya, Romo Paschal mendorong agar jalur diplomasi dan musyawarah lebih dikedepankan. Ia menilai pemanfaatan massa di bawah umur bukanlah cara yang bijak dalam menyelesaikan persoalan.

"Mari kita selesaikan melalui dialog yang dewasa, argumentasi yang rasional, dan cara-cara yang beradab. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memenangkan sebuah tuntutan," tegasnya.

Baca juga: Ratusan Pelajar Batam Ikut Pawai Dukung Program MBG, Kadisdik: Bukan Demonstrasi

Di akhir pernyataannya, Romo Paschal memberikan pesan reflektif bagi seluruh elemen bangsa. Ia mengingatkan bahwa perlakuan terhadap generasi muda menjadi tolok ukur peradaban sebuah bangsa.

"Peradaban sebuah bangsa diukur dari bagaimana ia memperlakukan anak-anaknya. Ketika anak mulai dijadikan alat dalam konflik orang dewasa, kita sedang gagal menjaga masa depan bangsa," pungkasnya. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :