Pulau Penyengat Bersiap Punya Museum dan Monumen Bahasa, Groundbreaking Agustus 2026
Visual Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. (Sumber: Dinas PUPP Kepulauan Riau)
Tanjungpinang, Batamnews – Rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia di Pulau Penyengat memasuki tahap akhir persiapan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut dapat dilakukan pada awal Agustus 2026.
Kepastian itu disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, di sela kegiatan Penyengat Heritage 2026, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Ansar, saat ini proses persiapan pembangunan tengah memasuki tahap review awal bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah tahapan tersebut selesai, pembangunan akan segera dimulai.
"Insyaallah setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan museum dan monumen bahasa ini," ujarnya.
Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia di Pulau Penyengat akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak atau multiyears selama dua tahun. Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung pada akhir tahun 2027.
Ansar mengatakan, keberadaan museum dan monumen tersebut akan menjadi simbol pengakuan nasional atas kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, khususnya dalam perkembangan bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia.
"Insyaallah selesai pada akhir 2027 dan pada tahun 2028, bertepatan dengan 100 tahun Sumpah Pemuda, mudah-mudahan dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu," katanya.
Raja Ali Haji Diakui Dunia
Ansar menegaskan, warisan intelektual Raja Ali Haji dan kebudayaan Melayu yang lahir dari Pulau Penyengat telah mendapat pengakuan internasional. Salah satu buktinya adalah keberadaan patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park, Turkmenistan.
Di kawasan tersebut, Raja Ali Haji disejajarkan dengan 24 tokoh sastra, penyair, dan pemikir besar dunia yang dianggap memiliki kontribusi penting bagi peradaban manusia.
"Salah satu dari 24 tokoh sastrawan dunia yang dibuatkan patungnya di Turkmenistan adalah Raja Ali Haji. Ini menunjukkan bahwa tokoh kita telah diakui dunia," ungkapnya.
Pulau Penyengat Makin Dikenal Dunia
Tak hanya dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu, Pulau Penyengat juga semakin mendapat perhatian dari wisatawan mancanegara. Ansar mengungkapkan, saat promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi yang paling banyak ditanyakan oleh pelaku industri pariwisata dan calon wisatawan.
Hal itu menunjukkan bahwa nama Pulau Penyengat semakin dikenal di tingkat internasional dan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan.
"Karena itu kita harus terus mendorong agar Pulau Penyengat yang sebenarnya sudah mendunia ini menjadi semakin mendunia. Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional," tutup Ansar.
Komentar Via Facebook :