KKN-PPM UGM 2026: 28 Mahasiswa Siap Berdayakan Pulau Kasu dan Pulau Sekanak Batam

KKN-PPM UGM 2026: 28 Mahasiswa Siap Berdayakan Pulau Kasu dan Pulau Sekanak Batam

Suasana kebersamaan Tim KKN-PPM UGM Gemilang Kepingkarya usai foto bersama di depan Gedung Pusat UGM, Yogyakarta. Sebanyak 28 mahasiswa ini siap mengabdi selama 50 hari di Pulau Kasu dan Pulau Sekanak Raya, Batam, pada periode 20 Juni–8 Agustus 2026. (Dok. Tim KKN-PPM UGM Gemilang Kepingkarya)

Nurjali

Batam, Batamnews – Ada cerita baru dari perbatasan negeri. Di ujung timur Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di Kecamatan Belakang Padang, kegelisahan bertemu semangat. 

Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM "Gemilang Kepingkarya" menyatakan siap mengabdikan diri di dua pulau terluar NKRI: Pulau Kasu dan Pulau Sekanak Raya.

Mereka akan tinggal selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Bukan sekadar datang dan pergi, tapi menjalankan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga pesisir.

Baca juga: Respon Wawalkot Li Claudia Chandra Video Curi Besi Coran Parit di Batam Viral, Pelaku Diburu Polisi

Di bawah bimbingan Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., para mahasiswa ini mengusung tema besar menggerakkan potensi lokal untuk kesejahteraan berkelanjutan. 

Fokusnya ada pada lima sektor—pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan.

“Kami hadir untuk belajar dan tumbuh bersama masyarakat Belakang Padang. Bukan memberi solusi instan, tapi menemukan jalan yang cocok dengan kebutuhan mereka,” ujar Bilqis Rahmi, koordinator tim.

Mengapa dua pulau ini yang dipilih? Karena di sanalah potensi melimpah bertemu tantangan nyata. Akses terbatas, layanan dasar yang belum merata, namun semangat warga lokal justru menyala.

Baca juga: Ribuan Peserta Padati Harbour Bay, Kadispudpar: Event Internasional Dorong Wisatawan ke Batam

Tim Gemilang Kepingkarya tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Pendekatannya inklusif. Hasilnya diharapkan bukan sekadar program musiman, tapi pemicu lahirnya kawasan pesisir yang mandiri dan maju.

Pesan mereka perbatasan negeri bukanlah halaman belakang. Ia adalah beranda depan yang kini mulai bersinar.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :