Workshop Tari Merawai Digelar di Lingga, Perkuat Pelestarian Budaya Suku Laut
Sebanyak 20 siswa SMPN 1 Lingga mengikuti workshop bertajuk Menjaga Identitas Budaya Suku Laut di Era Digital. (Foto: istimewa)
Lingga, Batamnews – Identitas budaya Suku Laut, Tari Merawai, kini tengah berada di ujung tanduk. Minimnya regenerasi dan ketiadaan ruang belajar formal membuat tarian tradisional ini terancam hilang ditelan zaman.
Bergerak cepat sebelum terlambat, sebuah langkah nyata pelestarian digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Lingga, Komplek Istana Damnah, pada 11-12 Juni 2026.
Melalui workshop bertajuk "Menjaga Identitas Budaya Suku Laut di Era Digital", sebanyak 20 siswa SMP Negeri 1 Lingga digembleng untuk menjadi pewaris estafet budaya ini. Mereka tidak hanya belajar gerak, tapi menyelami filosofi mendalam yang terkandung di setiap ayunan langkah Tari Merawai.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, Zalmidri, saat membuka acara menegaskan bahwa intervensi melalui workshop intensif seperti ini adalah harga mati agar struktur gerak dan musik pengiring Merawai tidak hanya menjadi kenangan.
Baca juga: Lingga dan Tanjungpinang Disiapkan Jadi Pusat Industri Pariwisata Kepri
Tak tanggung-tanggung, para peserta langsung berguru kepada ahlinya. Hadir Pak Ketem, sang Maestro Tari Merawai, yang turun tangan langsung mentransfer ilmunya. Selain itu, ada sejarawan Lazuardy dan Winda Karina, penerima Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK) BPK Kepulauan Riau 2026, yang turut mengawal jalannya kegiatan.
Tujuannya jelas, ingin ada transfer pengetahuan yang konkret. Selain itu, struktur tari ini didokumentasikan dalam bentuk digital agar bisa dipelajari oleh generasi masa depan kapan saja dan di mana saja.
Upaya penyelamatan budaya ini juga mendapat perhatian serius dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Kepri. Mirza Nurhadi yang hadir pada penutupan acara memberikan apresiasi atas langkah taktis ini.
Di era digital yang serba cepat, Tari Merawai kini punya napas baru. Lewat tangan-tangan anak muda, harapan agar identitas Suku Laut tetap tegak berdiri kini kembali menyala.
Komentar Via Facebook :