BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob di Batam, Warga Diminta Siaga Hingga 23 Juni

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob di Batam, Warga Diminta Siaga Hingga 23 Juni

Ilustrasi banjir di Kota Batam akibat cuaca ekstrem.

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Warga Kota Batam diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Batam dan sekitarnya, disertai ancaman banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung hingga 23 Juni 2026.

Forecaster BMKG Batam, Fitri Annisa, mengatakan intensitas curah hujan di Batam masih tergolong tinggi dan berpotensi berlangsung selama sepekan ke depan.

"Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kota Batam masih diprakirakan akan terjadi hingga seminggu ke depan," ujar Annisa.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tidak lengah, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan genangan maupun daerah pesisir. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi, baik melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, maupun akun media sosial BMKG Batam.

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya banjir pesisir atau rob yang berlaku mulai 11 hingga 23 Juni 2026.

Fenomena ini dipicu oleh Super New Moon, yaitu kondisi ketika bulan baru berada pada posisi terdekat dengan bumi atau perigee. Kondisi astronomi tersebut dapat menyebabkan kenaikan pasang air laut maksimum yang berpotensi memicu banjir di kawasan pesisir.

Di Kota Batam, wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa.

Tidak hanya Batam, sejumlah wilayah pesisir lain di Kepulauan Riau juga masuk dalam zona rawan, di antaranya Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang di Kabupaten Lingga; Kecamatan Kundur Barat, Karimun, dan Meral di Kabupaten Karimun; serta Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari di Kota Tanjungpinang.

BMKG mengingatkan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan dan pesisir. Dampak yang mungkin terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat barang, transportasi laut dan penyeberangan, kondisi sanitasi permukiman warga, hingga sektor perikanan tambak.

Karena itu, nelayan, pelaku usaha transportasi laut, serta masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan risiko dan kerugian yang mungkin timbul.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :