Daftar 15 Wilayah Terdampak Pipa Bocor di Batam Center, Pasokan Air Terganggu 12 Jam
Sejumlah pekerja tampak terus berupaya mengendalikan aliran air sambil melakukan penanganan pada pipa yang bocor, di depan Informa Simpang Kabil, Rabu, 10 Juni 2026. (Jamaluddin/Batamnews)
Batam, Batamnews – Gangguan pasokan air bersih kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Batam. Penyebabnya masih sama: pipa distribusi utama milik PT Air Batam Hilir (ABH) di depan Informa Simpang Kabil bocor lagi.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026. Padahal, baru dua hari lalu lokasi yang sama dinyatakan selesai diperbaiki.
Di lokasi kejadian, air menyembur deras dari area pipa yang berada di dalam galian proyek drainase. Debit air yang tinggi membuat lubang galian tergenang penuh. Akibatnya, proses perbaikan jadi sulit.
Sejumlah pekerja terlihat berusaha keras mengendalikan aliran air sembari menambal pipa yang bocor.
Kebocoran ini menyebabkan distribusi air minum ke sejumlah kawasan terganggu. Tekanan air mengecil. Bahkan di beberapa tempat, aliran air berhenti sementara.
Wilayah yang merasakan dampaknya antara lain:
- Temenggung
- Taman Niaga
- Plamo
- Duta Mas
- Anggrek Mas
- Anggrek Sari
- Kawasan Industri Batam Center
- Citra Batam
- Bengkong
- Kintamani
- Central Sukajadi
- Batu Batam
- Orchid
- Rosedale
- Marchelia
- Dan kawasan sekitarnya
Humas PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, menjelaskan duduk persoalan. Kebocoran sebenarnya sudah diperbaiki pada Selasa malam. Namun, kondisi tanah di lokasi membuat sambungan pipa kembali bergeser.
"Iya, sudah diperbaiki semalam. Tapi bocor lagi karena tanah dan lahannya labil, jadi terjadi pergeseran perpipaan," kata Ginda melalui sambungan telepon, Rabu.
Dia menambahkan, perbaikan dilakukan tim ABH bersama SPAM BP Batam dan kontraktor.
ABH memperkirakan proses perbaikan memakan waktu sekitar 12 jam. Saat ini, jumlah pelanggan yang terdampak masih dalam pendataan.
"Estimasinya selesai 12 jam ke depan. Untuk jumlah masyarakat Batam yang terdampak, saat ini masih kami konfirmasi," ujar Ginda.
Dalam keterangan resmi, ABH menyebut kebocoran kembali terjadi di titik yang sama setelah sebelumnya diperbaiki pada Senin, 8 Juni 2026. Berdasarkan evaluasi sementara, tanah di sekitar pipa masih lembek dan labil bekas pekerjaan sebelumnya.
Kondisi itu membuat tanah bergeser. Posisi pipa dan thrust block atau penahan pipa ikut berubah. Akibatnya, sambungan pipa bergeser dan kebocoran terjadi lagi.
Saat ini tim teknis ABH tengah mengkaji metode perbaikan paling efektif. Targetnya bukan hanya menghentikan bocor, tapi juga mencari solusi permanen.
Komentar Via Facebook :