17 Provinsi dengan Nilai TKA Tertinggi 2026: DIY Juara, Kepri Absen dari Papan Atas
Tangkapan layar dari rilis Kemendikdasmen. DIY memuncaki peringkat pertama nasional. Sementara itu, Kepri absen dari 17 besar. Diambil pada 08/06/2026.
Batam, Batamnews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja merilis data 17 provinsi dengan rata-rata skor tertinggi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Provinsi Kepulauan Riau tidak masuk dalam daftar 17 besar tersebut.
Daerah Istimewa Yogyakarta berada di peringkat pertama nasional. Disusul DKI Jakarta di posisi kedua, dan Jawa Tengah di posisi ketiga.
Tes ini mengukur capaian rata-rata siswa pada dua mata pelajaran: Bahasa Indonesia dan Matematika.
Baca juga: Perbaikan Pipa Bocor di Simpang Kepri Mall Selesai, PT Air Batam Hilir Mulai Tahap Pemulihan Aliran
Berikut rincian nilai tiga provinsi teratas:
DI Yogyakarta (Peringkat 1)
- Bahasa Indonesia SD: 75,14
- Matematika SD: 61,64
- Bahasa Indonesia SMP: 73,74
- Matematika SMP: 51,65
DKI Jakarta (Peringkat 2)
- Bahasa Indonesia SD: 71,30
- Matematika SD: 51,38
- Bahasa Indonesia SMP: 71,32
- Matematika SMP: 45,31
Jawa Tengah (Peringkat 3)
- Bahasa Indonesia SD: 65,14
- Matematika SD: 47,05
- Bahasa Indonesia SMP: 65,95
- Matematika SMP: 42,65
Peringkat keempat hingga kesepuluh ditempati oleh Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, dan Kalimantan Tengah.
Peringkat kesebelas hingga ketujuh belas ditempati oleh Lampung, Jambi, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.
Kemendikdasmen mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahartikan data tersebut.
Baca juga: 6 Saksi Ungkap Penganiayaan di Mess Batam: Korban Ditendang, Dilukis, hingga "Ritual" Sebelum Tewas
Pada 26 Mei lalu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA bukan alat untuk memberi label kepada daerah, sekolah, atau murid.
"TKA ini adalah instrumen untuk memotret capaian akademik secara lebih komprehensif," ujar Toni di Jakarta Pusat.
Pemerintah berharap hasil TKA bisa digunakan untuk melihat aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam penguatan literasi dan numerasi siswa, tanpa terjebak dalam stigma kompetisi antardaerah.
Komentar Via Facebook :