Pekerja Lompat dari Barelang karena Stres, Pemprov Kepri Siapkan Klinik Kesehatan Mental untuk Buruh

Pekerja Lompat dari Barelang karena Stres, Pemprov Kepri Siapkan Klinik Kesehatan Mental untuk Buruh

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diki Wijaya, saat ditemui di ruangan kantornya, Jumat, (5/06/2026).

Nurjali

Batam, Batamnews – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akhirnya angkat bicara. Keprihatinan menyelimuti para pengambil kebijakan setelah mendengar kisah pilu sejumlah pekerja yang mengalami tekanan batin berat. Bahkan, ada yang nekat melompat dari Jembatan Barelang karena stres kerja.

Peristiwa itu menjadi alarm keras. Pemprov Kepri pun sadar: selama ini perlindungan ketenagakerjaan hanya fokus pada keselamatan fisik. Sekarang, giliran kesehatan mental yang mendapatkan perhatian serius.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diki Wijaya, menuturkan bahwa kondisi psikologis buruh bukanlah urusan sepele.

Baca juga: Wako Batam Amsakar: Investasi Rempang Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

"Pekerja yang sehat secara mental adalah kunci produktivitas tinggi dan kemajuan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan hak-hak kesejahteraan psikologis tenaga kerja juga mendapat perhatian baik," ujar Diki, belum lama ini.

Menurut Diki, tekanan pekerjaan yang menumpuk, beban ekonomi, hingga masalah pribadi kerap berakumulasi. Dampaknya tidak hanya menurunkan kinerja, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa.

"Bahkan ada yang sampai loncat dari Jembatan Barelang karena stres kerja," ungkap Diki dengan nada prihatin.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemprov Kepri tidak setengah-setengah. Mereka tidak hanya menggencarkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) biasa. Lebih dari itu, mereka mulai merancang layanan psikologis khusus bagi para buruh.

Salah satu langkah konkret yang sedang dimatangkan Disnakertrans Kepri adalah menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Riau.

"Kami sedang membahas kemungkinan kerja sama dengan IDI Kepri, termasuk apakah nantinya diperlukan layanan atau klinik khusus untuk membantu pekerja yang mengalami masalah kesehatan mental," jelas Diki.

Baca juga: Aturan Baru Kartu AK-1 Hanya untuk Warga Batam, Disnaker Catat Penempatan Kerja Tembus 4.465 Orang

Melalui fasilitas ini, para pekerja diharapkan memiliki safe space atau ruang aman untuk curhat dan mendapat bantuan profesional sebelum kondisi psikologisnya semakin memburuk. Diki menegaskan, jika stres dibiarkan berkepanjangan, hasil kerja dipastikan tidak akan optimal.

Ke depan, isu kesehatan mental ini akan menjadi agenda prioritas Pemprov Kepri. Mereka akan duduk bersama dengan dunia usaha, asosiasi pengusaha, organisasi profesi, hingga instansi terkait lainnya. Targetnya satu: menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan suportif, baik secara fisik maupun batin.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :