Aksi Nekat Wisatawan di Nara Park: Duduki Rusa Sambil Bergoyang, Netizen Murka

Aksi Nekat Wisatawan di Nara Park: Duduki Rusa Sambil Bergoyang, Netizen Murka

Tangkapan layar video seorang perempuan menduduki rusa yang mengalami cidera kaki.

Nurjali

Batam, Batamnews – Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita diduga duduk di atas seekor rusa di Nara Park, Jepang, tengah viral di media sosial. Warganet pun ramai mengecam aksi tersebut.

Dalam rekaman yang mulai tersebar di Instagram dan X sejak sekitar 1 Juni, tampak seorang wanita mengenakan gaun putih pendek dan sepatu hak tinggi. Ia tampak duduk mengangkangi rusa di area berpagar taman tersebut.

Seorang pria di dekat lokasi terlihat merekam menggunakan ponselnya. Suara dalam video terdengar berkata, "Bisa ditunggangi, bisa ditunggangi."

Baca juga: SPMB Online 2026 Kota Tanjungpinang: Link Akses dan Aturan Terbaru dari Dinas Pendidikan

Setelah rusa itu melepaskan diri, wanita tersebut dikabarkan mengejar dan kembali duduk di atas rusa untuk kedua kalinya. Ia bahkan memantul-mantulkan badannya di punggung hewan itu. Wanita itu baru pergi setelah rusa mengayunkan tanduknya ke arahnya.

Seorang relawan yang mengenali rusa tersebut mengungkapkan bahwa hewan itu sebelumnya pernah cedera akibat kecelakaan lalu lintas. Relawan itu mengaku geram dan sedih melihat wisatawan memperlakukan hewan yang terluka dengan cara tidak hormat.

Rusa-rusa di Nara dilindungi undang-undang Jepang sebagai monumen alam nasional. Sebelumnya, Nara Prefektur telah memperketat aturan taman setelah video seseorang menendang dan memukul rusa viral. Kini, "tindakan membahayakan" terhadap rusa dilarang.

Seorang pejabat Nara Prefektur kepada J-CAST News pada 3 Juni mengatakan bahwa meskipun "sulit menentukan" dari video saja apakah aksi tersebut masuk kategori membahayakan, tindakan wanita itu "sangat tidak pantas."

Pejabat itu juga mengingatkan risiko cedera dan penularan penyakit bawaan kutu seperti SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome) akibat kontak langsung dengan rusa.

"Kami ingin masyarakat menahan diri dari kontak langsung. Kami terus memperkuat kampanye kesadaran. Duduk di atas rusa, apalagi menyentuhnya, sangat tidak pantas," ujarnya.

Pihak berwenang Nara mengatakan akan terus memperkuat patroli dan edukasi publik di taman tersebut.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2026 di Kepri: Usung Konsep Main Raya Anak Nusantara, Tari Boria & Permainan Tradisional Meriahkan Tanjungpinang

Aksi tersebut mendapat kecaman luas dari warganet. Banyak yang menyebutnya sebagai bentuk kekerasan terhadap hewan. 

Sebagian lain mengingatkan bahwa rusa Nara dianggap sebagai utusan dewa, sehingga tindakan itu dinilai sangat tidak menghormati budaya setempat. Bahkan sepatu hak tinggi wanita tersebut disebut berisiko melukai kaki rusa.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :