Harlah PMII ke-66 di Kepri Jadi Ajang Refleksi hingga Ziarah Sejarah Melayu
Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Menyelenggarakan Hari Lahir PMII ke-66, Minggu 26 April 2026 (Foto: dok.PMII)
Batam, Batamnews – Minggu (26/4/2026) menjadi hari istimewa bagi keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kepulauan Riau. Bertempat di Sekretariat PKC PMII Kepri, para kader berkumpul untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 dengan serangkaian agenda yang sarat akan nilai refleksi dan solidaritas.
Ketua PKC PMII Provinsi Kepulauan Riau, Arie Rahmardani Kurniawan, menegaskan bahwa momentum Harlah kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia ingin peringatan ini menjadi titik balik untuk memperkuat kualitas kader di lapangan.
“Dalam rangkaian Harlah PMII ke-66 ini, kami melaksanakan tiga agenda utama. Pertama, kegiatan internal kaderisasi dengan mengusung tema ‘Kaderisasi atau Sekadar Seremonial?’ sebagai ruang refleksi kritis bagi seluruh kader,” kata Arie menegaskan arah pergerakannya.
Tak hanya urusan internal, PMII Kepri juga menitikberatkan pada penghormatan sejarah lokal. Agenda kedua diisi dengan ziarah ke makam tokoh besar Melayu, yakni makam Nong Isa dan Raja Isa bin Ali Aji. Langkah ini diambil agar para mahasiswa tidak melupakan akar perjuangan tokoh-tokoh Melayu di Kepri.
Sebagai pelengkap untuk mempererat ikatan antaranggota, agenda ketiga difokuskan pada kegiatan fisik berupa fun mini soccer yang melibatkan pengurus cabang serta kader dari seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Di tempat yang sama, geliat kreatif juga ditunjukkan oleh kader perempuan. Ketua KOPRI PKC PMII Kepri, Siti Masiam, menjelaskan bahwa momen Harlah yang berdekatan dengan Hari Kartini menjadi kesempatan emas bagi kader perempuan untuk unjuk gigi.
“Dalam momentum Harlah PMII sekaligus peringatan Hari Kartini, KOPRI PKC PMII Provinsi Kepri mengadakan lomba video kreatif bertema Kartini yang diikuti oleh kader-kader KOPRI Adapun bentuk karya yang ditampilkan beragam, mulai dari musikalisasi puisi, orasi, hingga pidato,” kata Masiam.
Masiam berharap lewat kompetisi ini, semangat Kartini bisa mendarah daging dalam diri kader KOPRI, sehingga lahir perempuan PMII yang tidak hanya kreatif, tapi juga berani bersaing di level mana pun.
Rangkaian Harlah ke-66 ini diharapkan menjadi bahan bakar baru bagi seluruh kader PMII dan KOPRI di Kepulauan Riau. Tujuannya jelas: terus berbenah, menjaga solidaritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Provinsi Kepulauan Riau.
(jam)
Komentar Via Facebook :