Pilkada Batam 2015
PKS Disebut-sebut Minta Mahar Hingga Rp 5 Miliar. Gagal Usung Ria Saptarika Mantan Kader
Ketua DPD PKS Kota Batam Taufik Hermawan (Foto: PKS Batam)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memutuskan untuk mendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Rudi-Amsakar Achmad di Pilkada Batam 2015.
Kendati secara emosional, Ria lebih dekat ke PKS. Selain pernah menjadi menjadi kader PKS, istri Ria Saptarika, Suparti, juga kader PKS.
Meski tak lagi mengusung Ria Saptarika dalam pilkada kota Batam, namun PKS berjanji tak akan melakukan kampanye negatif terhadap Ria.
"Kami pastikan tidak akan kampanye negatif. Kami melakukan politik sehat dan santun," kata Ketua DPD PKS Batam, Taufik di Batam, Sabtu lalu.
Ria saat dipecat dari PKS beberapa waktu lalu dikabarkan tak bisa memenuh keinginan partai. Padahal Ria sudah bertahun-tahun menjadi kader partai berbasis agama tersebut.
Pembicaraan antara PKS dan Ria Saptarika sudah cukup intensif. Tak heran di detik-detik pendaftaran ke KPU, PKS belum juga menentukan sikap.
Proses negosiasi politik berlangsung alot. Penelusuran batamnews.co.id, tidak adanya dukungan ke Ria, beredar kabar PKS meminta uang “mahar” yang terlalu besar.
“PKS minta hingga Rp 5 miliar untuk biaya kampanye dan partai. Ria mana punya duit segitu,” ujar seorang pentolan partai di Batam.
Uang mahar bagi partai politik tentu sudah tak asing lagi. Hampir semua partai menerapkan sistem ini.
Padahal dalam aturan KPU, setiap partai politik dilarang meminta uang mahar kepada peserta pilkada. Namun tak bisa dibantah, hampir setiap partai menerapkan hal itu.
Sebagai partai tempat bernaung Ria Saptarika, kader PKS lain memahami kelemahan dan keunggulan wakil wali kota Batam 2006-2011 itu. Dan itu bisa saja dijadikan senjata untuk kampanye hitam. Namun, Taufik memastikan kadernya sepakat untuk tidak menjelek-jelekkan Ria Saptarika.
"Karena Ria juga tahu jelek kami. Istrinya juga masih menjadi kader PKS, tidak mungkin kami menjelekkan," kata dia.
Justru yang terjadi sebaliknya, banyak pendukung Ria Saptarika yang mempertanyakan keputusan partai itu untuk mendukung bakal pasangan calon wali kota-wakil wali kota lain, Rudi-Amsakar Ahmad, bukannya mendukung Ria Saptarika-Sulistiana, hingga terkesan berkampanye negatif terhadap PKS.
"Bahkan, sekarang di medsos, PKS dihujat pendukung Pak Ria. Tetapi bisa dilihat, tidak satu pun struktur PKS yang reaktif. Karena kami larang," kata dia seperti dikutip Antara.
Bagi Taufik, Ria adalah kawan dekat, meski saat ini berseberangan dalam politik.
Ia mengaku kerap dicecar banyak pertanyaan oleh kader dan simpatisan PKS mengenai keputusan tidak mendukung Ria Saptarika dalam Pilkada Batam.
"Dan kami jelaskan. Bahwa itu putusan DPP. Dan PKS dibangun dalam komando, apa perintah di atas kami laksanakan," kata Taufik.
Terlepas hubungan pertemanan, putusan DPP harus dijalankan, yaitu PKS mendukung Rudi-Amsakar.
Saat ini batamnews.co.id tengah berupaya mengkonfirmasi isu mahar politik Rp 5 miliar tersebut ke Ketua DPD PKS Kota Batam Taufik Hermawan.
Baca: Ini Komentar Ketua DPD PKS Kota Batam Taufik Hermawan soal Mahar Rp 5 Miiar
[snw]
Komentar Via Facebook :